Ribuan sapi impor asal Australia tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (10/08/2015). Sapi-sapi impor ini diproyeksikan untuk mengatasi terjadinya kelangkaan dan meningkatnya harga daging sapi. Sebanyak 50 ribu sapi akan disuplai untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Kepala Operasi Lapangan Jasa Ekspedisi, Enda Hastiadi mengatakan, saat ini sapi yang sudah masuk sebanyak 7.789 ekor. Selain Jakarta, sapi-sapi ini akan didistribusikan di wilayah Bandung, Subang dan Serang. Lebih lanjut Enda menambahkan, pengiriman sapi ini merupakan bagian dari pengiriman pada kuartal ketiga.
Sementara itu, meningkatnya harga daging sapi disikapi sebagian penjual bakso dengan menghentikan sementara kegiatan usahanya. Sambil menunggu harga kembali normal, para pedagang banyak yang beralih profesi atau kembali pulang ke kampung halaman.
Sutarno, salah seorang pedagang bakso mengatakan, sejak 2 hari lalu dirinya terpaksa berhenti berjualan lantaran mahalnya harga daging sapi. Lebih lanjut Sutarno menambahkan, dirinya menunggu harga dan pasokan kembali stabil untuk berjualan kembali. Sementara, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dirinya terpaksa menggunakan uang tabungan yang dimiliki. (beritajakarta)
Kepala Operasi Lapangan Jasa Ekspedisi, Enda Hastiadi mengatakan, saat ini sapi yang sudah masuk sebanyak 7.789 ekor. Selain Jakarta, sapi-sapi ini akan didistribusikan di wilayah Bandung, Subang dan Serang. Lebih lanjut Enda menambahkan, pengiriman sapi ini merupakan bagian dari pengiriman pada kuartal ketiga.
Sementara itu, meningkatnya harga daging sapi disikapi sebagian penjual bakso dengan menghentikan sementara kegiatan usahanya. Sambil menunggu harga kembali normal, para pedagang banyak yang beralih profesi atau kembali pulang ke kampung halaman.
Sutarno, salah seorang pedagang bakso mengatakan, sejak 2 hari lalu dirinya terpaksa berhenti berjualan lantaran mahalnya harga daging sapi. Lebih lanjut Sutarno menambahkan, dirinya menunggu harga dan pasokan kembali stabil untuk berjualan kembali. Sementara, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dirinya terpaksa menggunakan uang tabungan yang dimiliki. (beritajakarta)


0 comments:
Post a Comment